nusabali

Infeksi Paru, Keluarga Miskin Bingung Bayar Rumah Sakit

  • www.nusabali.com-infeksi-paru-keluarga-miskin-bingung-bayar-rumah-sakit

Pasutri Kadek Budiasa, 29, dan Kadek Ayu Sudarmi, 29, warga Bajar Dinas/Desa Alasangker/ Kecamatan/Kabupaten Buleleng, orangtua Kadek Gosita Dharmaputra, 4,5 bocah penderita infeksi paru saat ini sedang kelimpungan mencari jalan keluar pembayaran tagihan rumah sakit.

SINGARAJA, NusaBali

Mereka adalah salah satu keluarga miskin di Buleleng yang tidak sanggup membayar biaya rumah sakit, karena anak keduanya tidak tertanggung jaminan kesehatan. Apalagi saat ini Gosita harus dirawat di runag ICU RSUD Buleleng.

Menurut penuturan Sudarmi,  Senin (8/1), anak keduanya itu sudah masuk ruang ICU sejak Kamis (4/1) lalu.  Awalnya Gosita hanya mengalami demam biasa pada Senin (1/1) lalu. Ia dan suaminya juga sempat membawa Gosita ke dokter umum, hanya saja panasnya tidak turun-turun malah semakin parah dan kemudian dirujuk ke RSUD Buleleng. “Setelah diperiksa dinyatakan infeksi paru-paru, karena paru-parunya kemasukan air,” katanya. Ia pun saat itu mulai bingung bukan memikirkan penyebab anaknya sakit, namun bagaimana cara melunasi biaya pengobatannya. Keluarga kecil itu yang memegang jaminan kesehatan hanya Kadek Budiasa selaku kepala keluarga yakni JKN KIS. Sedangkan anak dan istri tidak tertanggung jaminan kesehatan apapun.

Setelah dirawat di rumah sakit, Budiasa sempat mengupayakan untuk mencarikan BPJS Gosita. Hanya saja persyaratan aktivasi BPJS 14 hari setelah terdaftar. Tidak menyerah ia pun meminta bantuan kepada Kadus di banjarnya untuk megurus KIS Mandiri. Hanya saja karena sudah terdaftar di BPJS, usaha tersebut sia-sia.

“Kami juga bingung nanti bagaimana, karena di ICU biaya perawatannya cukup mahal, sedangkan saya hanya sebagai buruh toko, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah pas-pasan,” katanya pasrah.  Kondisi sulit tu pun masih terus menghantuinya, meski secara pribadi Perbekel, Kadus dan juga beberpa relawan sudah sempat mendatangi dan membantu meringankan beban keuangannya.

Sementara itu Humas RSUD Buleleng, I Ketut Budiantara dikonfirmasi menyebut biaya pengobatan Kadek Gosita sudah mencapai Rp 8,8 juta. “Biaya sementara menurut billing system sampai hari ini (kemarin, Red) sebesar Rp 8,8 juta lebih dan mungkin akan bertambah, sampai pasien dinyatakan sembuh total, sementara masih ditangani di ruang ICU,” ungkap dia.*k23

loading...

Komentar