nusabali

Pelajar Prihatin Maraknya Hoax di Medsos

  • www.nusabali.com-pelajar-prihatin-maraknya-hoax-di-medsos

Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margarana, Nitimandala, Denpasar dimeriahkan penampilan siswa-siswa SMA PGRI 1 Denpasar.

DENPASAR, NusaBali

Para siswa menampilkan paduan suara, kolaborasi tari tradisional dan modern serta penampilan band akustik yang kesemuanya disaksikan langsung Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Salah satu siswi SMA PGRI 1 Denpasar, Ayu Shinta Wulandari di Podium menyampaikan keresahannya terhadap fenomena hoax (berita bohong) di media sosial.

Menurutnya masih banyak oknum yang menyebarkan berita palsu hanya agar mendapat pamor memviralkan sesuatu. Hal ini terjadi menurutnya karena literasi publik terhadap media sosial masih rendah. Selain itu ia menilai media sosial bagi masyarakat Indonesia masih merupakan sebuah dunia baru, sehingga hal ini dimanfaatkan oknum yang memiliki kepentingan ekonomi, politik dan sebagainya. “Jika dibiarkan, hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada pertikaian,” ungkap Ayu. Oleh sebab itu ia mengajak masyarakat agar bijak dan cerdas menanggapi hoax.

Sementara Gubernur Made Mangku Pastika mengungkapkan Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) merupakan bentuk demokrasi langsung yang hanya ada satu di Indonesia. Bahkan di dunia hanya ada satu acara lain yang mirip, yakni di Hyde Park, London, Inggris. Oleh karena itu ia berharap masyarakat Bali memanfaatkan podium ini sebaik-baiknya. Khususnya untuk menyampaikan masukan kepada Gubernur di akhir masa jabatannya.

“Di sini boleh komplain, boleh menyampaikan rencana, saran, kritik, apa saja,” kata Pastika yang akan menyelesaikan masa jabatannya bulan Agustus 2018 mendatang. Menurutnya semua yang disampaikan di podium akan direkam dan dicatat oleh Pemprov Bali.

Ia menambahkan tidak banyak pemerintahan yang berani membuat acara demokrasi langsung seperti ini. Oleh karena itu ia berharap pemerintahan selanjutnya mau melanjutkan panggung demokrasi ini. Karena menurutnya podium ini merupakan tempat penyaluran aspirasi masyarakat agar tidak membicarakan sesuatu di belakang.

Ia berharap dengan adanya saluran penyampaian, masyarakat tidak menyimpan masalah di dalam hati yang bisa berakibat stres. “Akhir Juni kita sudah punya Gubernur terpilih. Kita punya kesempatan sedikit. Saya mohon masukan yang bisa saya lakukan di akhir masa jabatan saya melalui podium ini,” ujarnya. *sur

loading...

Komentar