nusabali

Warga Keruk Pasir Lahar Dingin

  • www.nusabali.com-warga-keruk-pasir-lahar-dingin

Pengerukan itu juga sekaligus membantu memperlancar muara Tukad Unda yang agak mendangkal karena material banjir lahar dingin Gunung Agung.

SEMARAPURA, NusaBali
Banjir lahar dingin di bantaran Tukad Unda, Klungkung, akibat erupsi Gunung Agung, mendatangkan rezeki tersendiri bagi pencari pasir di alur sungai setempat. Karena banjir ini menyertakan material pasir.

Pantauan di pinggir aliran sungai sisi barat Tukad Unda, Senin (12/4) siang, sejumlah warga nampak semangat mencari pasir dengan alat manual berupa sekop. Setelah diayak, pasir lahar yang sudah terkumpul langsung diangkut menggunakan truk dan mobil pick up. Harganya pun cukup fantastis. Harga pasir per truk kisaran Rp 1,1 juta dan per mobil pick up kisaran Rp 100.000 - Rp 200.000. Setidaknya dalam sehari untuk pencari pasir dengan melibatkan lima pekerja bisa memperoleh satu truk pasir. “Karena pasir ini baru mengalir bentuknya pun lebih halus dari pasir sebelumnya. Pasir di Tukad Unda sebelumnya, adalah pasir sisa dari erupsi Gunung Agung 1963,” ujar I Nengah Karta, seorang pencari pasir yang tinggal di Banjar Suka Duka Kali Unda, Kelurahan Semarapura Kangin, Klungkung. Di lokasi itu, Karta mulai mencari pasir sejak Minggu (3/12). Jika sehari, dia bersama sejumlah pekerja sudah berhasil mengumpulkan satu truk pasir.

Rencananya pasir itu akan dipasarkan di wilayah Klungkung saja. Lebih lanjut, Karta mengaku dalam pencarian pasir ini tidak ada menggunakan alat berat hanya memakai sekop saja. “Pasir ini muncul setelah adanya banjir akibat erupsi Gunung Agung, pencarinya juga warga di dekat sini,” ujarnya. Pengerukan itu juga sekaligus membantu memperlancar muara Tukad Unda yang agak mendangkal karena material banjir lahar dingin Gunung Agung.

Selain bisa mencari material pasir, kondisi lahar dingin juga dimanfaatkan oleh Dewa Gede Bayuna,51, warga yang tinggal di Banjar Suka Duka Kali Unda, Kelurahan Semarapura Kangin, Kecamatan Klungkung. Dia mampu ‘menyulap’ material lahar dingin akibar erupsi Gunung Agung, di Tukad Unda, menjadi sebuah karya seni patung sosok Bhagawan.

Ayah dua anak dengan istri, Ni Ketut Suriatini, ini mengaku tidak memiliki perencanaan dari awal akan mengunakan banjir lumpur lahar dingin membuat kerajinan patung. Namun ketika banjir itu datang Senin (27/11), terbersit di benaknya untuk mencoba membuat patung dengan bahan tersebut. “Setelah saya amati teksturnya rekat dan halus, mungkin karena terkandung unsur pasir juga,” ujarnya, Jumat (1/12). *wan

loading...

Komentar