nusabali

Penerbangan Cancel Bukan karena Gunung Agung

  • www.nusabali.com-penerbangan-cancel-bukan-karena-gunung-agung

Data yang diperoleh Otban Wilayah IV, maskapai membatalkan penerbangan karena jumlah penumpang sedikit. Bukan karena isu erupsi Gunung Agung.

MANGUPURA, NusaBali
Penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, telah dibuka kembali pada Rabu (29/11), tetapi aktivitas penerbangan belum kembali pulih. Baik jumlah penumpang maupun jumlah pesawat yang beroperasi mengalami penurunan. Namun pihak Otoritas Bandara (Otban) menegaskan, penurunan jumlah penerbangan itu bukan karena isu erupsi Gunung Agung.

Data yang diperoleh dari Kepala Humas Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurorohim, pada Minggu (3/12) sebanyak 57 penerbangan dari dan ke Bali dibatalkan. Yang dibatalkan meliputi, 10 penerbangan kedatangan domestik dan 12 penerbangan keberangkatan domestik. Sebanyak 18 penerbangan kedatangan internasional dan 17 penerbangan keberangkatan internasional.

Data rekapitulasi jumlah penumpang juga belum mengalami pulih. Penumpang keberangkatan domestik sebanyak 6.944 orang dan internasional sebanyak 8.892 orang. Sementara kedatangan domestik 6.850 orang dan internasional 4.467 orang.

“Total penumpang sebanyak 27.153 orang. Jumlah pesawat yang beroperasi sebanyak 330. Sebanyak 89 pesawat keberangkatan domestik dan 67 internasional. Sebanyak 93 pesawat kedatangan domestik dan 81 kedatangan internasional. Khusus untuk internasional, berapa hari belakangan trennya penumpang keberangkatan lebih banyak daripada kedatangan,” tutur Arie.

Banyaknya penerbangan yang cancel, Arie tak mau berspekulasi. Dirinya hanya menegaskan itu adalah kebijakan masing-masing maskapai. “Intinya, cancel itu kebijakan masing-masing maskapai. Kami sebagai pengelola bandara tak mengetahui hal itu. Tetapi perlu kami tegaskan Bandara Ngurah Rai layak untuk penerbangan. Itu berdasarkan data dari BMKG, Airnav, dan laporan pilot. Data ini sudah kami bahas bersama dengan otoritas bandara,” tandas Arie.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV Herson, mengemukakan banyaknya penerbangan yang cancel itu karena kurangnya jumlah penumpang, bukan karena erupsi Gunung Agung. Dirinya meminta semua pihak untuk bersama-sama memahami masalah ini.

“Kalau kita sayang Bali mari kita luruskan informasinya. Pembatalan itu bukan karena isu erupsi Gunung Agung. Mengapa? Karena dari berbagai data yang kami peroleh, bandara kita layak untuk penerbangan. Tolonglah kita jangan menggeserkan isu yang membuat kita rugi. Buktinya masih banyak yang melakukan aktivitas penerbangan dan tak terjadi apa-apa,” ujarnya.

Dirinya mengaku mendapat informasi dari beberapa maskapai bahwa pembatalan itu adalah cara dari maskapai agar tak merugi, lantaran kurangnya jumlah penumpang karena low season. “Ini adalah (keputusan) dari manajemen maskapai. Saya mendapat informasi dari Emirates Airline, jika jumlah penumpang 300 orang dilayani tiga atau empat pesawat mereka akan rugi. Terpaksa dijadikan satu pesawat yang berkapasitas sama dengan jumlah penumpang, sehingga ada pesawat yang cancel,” ungkap Herson.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 68 penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai, cancel (batal). Rincian 68 penerbangan itu adalah 17 penerbangan kedatangan internasional dan 18 keberangkatan internasional, 16 kedatangan domestik dan 17 keberangkatan domestik.

Sebagiaman dilansir Antara, sebanyak 18 jadwal keberangkatan internasional itu menuju Singapura, Don Mueang Bangkok, Perth, Kuala Lumpur, Narita Jepang, Sydney, Melbourne, Adelaide, dan Port Hedland (Australia).

Untuk kedatangan internasional yang dibatalkan sebanyak 17 jadwal dari lima maskapai penerbangan untuk rute dari Singapura, Guangzhou China, Kuala Lumpur, Melbourne, Port Hedland Australia, Adelaide, Brisbane, Don Mueang Bangkok, Sydney, dan Perth.

Pembatalan jadwal juga dilakukan maskapai nasional yakni sebanyak 16 jadwal dari empat maskapai untuk kedatangan domestik, dan 17 jadwal penerbangan dari lima maskapai untuk keberangkatan domestik.

Kota-kota yang batal dilayani dari dan menuju Bali itu yakni Jakarta, Bandung, Lombok Praya, Surabaya, Makassar, dan Jogjakarta.

Sebelumnya Bandara Ngurah Rai ditutup pada Senin (27/11) pukul 07.00 Wita hingga dibuka pada Rabu (29/11) sekitar pukul 15.00 Wita.

Arie memaparkan akibat isu abu vulkanik Gunung Agung terjadi penurunan jumlah penumpang di Ngurah Rai. Dikatakannya, pada Oktober 2017 lalu jumlah kedatangan domestik setiap harinya sebanyak 25.000 orang dan internasional 26.000 orang. Sementara jumlah penerbangan rata-rata 402 per hari. “Tren-nya setiap hari pada bulan Oktober seperti itu. Khusus untuk jumlah pesawat lebih banyak domestik,” ungkapnya.

Sementara data rekapitulasi penerbangan pada 1 Desember 2017, total penumpang keberangkatan domestik 5.424 orang dan kedatangan 5.256 orang. Sementara penumpangan keberangkatan internasional 14.436 orang dan kedatangan 4.206 orang.

“Total penumpang keberangkatan dan kedatangan sebanyak 29.322 orang. Sementara jumlah pesawat keberangkatan domestik 56 dan internasional 70. Pesawat kedatangan domestik 56 dan internasional 57. Sementara pada bulan Oktober setiap harinya sebanyak 402 penerbangan,” kata Arie.

Arie mengungkapkan pembatalan penerbangan merupakan kebijakan pihak maskapai. Meskipun secara teknis dan non teknis di Bandara Ngurah Rai layak untuk aktivitas penerbangan. “Bandara Ngurah Rai layak untuk penerbangan. Itu berdasarkan data dari BMKG dan Airnav. Pembatalan penerbangan itu murni kebijakan maskapai,” tandasnya, Sabtu (2/12). *p

Komentar