nusabali

Siswa KSPAN Dilatih Jadi Fasilitator HIV/AIDS

  • www.nusabali.com-siswa-kspan-dilatih-jadi-fasilitator-hivaids

Puluhan siswa SMP, SMA dan SMK, yang tergabung dalam Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) dilatih untuk menjadi fasilitator.

SINGARAJA, NusaBali
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (30/11) lalu dirangkaikan dengan peringatan hari AIDS se-dunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember.

Yayasan Bali Children Project bekerjasama dengan SMKN 1 Singaraja, mengadakan workshop sehari bagaimana menjadi fasilitator HIV/AIDS dan narkoba di kalangan siswa SMP dan SMA/SMK. Mereka yang sudah memahami bagaimana bahaya HIV dan narkoba juga diajarkan untuk membuat media dan pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan narkoba.

Manajer program kekerasan anak dan HIV/AIDS Yayasan Bali Children Project Opi Sulaiman di sela-sela acara mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan pemerintah saat ini tengah mengupayakan untuk menekan kasus HIV/AIDS dan narkoba yang semakin menggandrungi generasi muda di Indonesia.

Bahkan sesuai dengan rilis nasional, banyak ditemukan kasus anak-anak SD yang sudah kecanduan narkoba dan juga alkoholik. Semua daerah di Indonesia tanpa terkecuali juga sudah terentuh barang terlarang tersebut. Sehingga menurutnya perlu pencegahan dini dengan memberdayakan siswa KSPAN di masing-masing sekolah.

“Jadi ke depannya mereka bisa menjadi riil fasilitator dan membantu penanggulangan HIV/AIDS dan narkoba di Indonesia. Ini sangat penting karena Indonesia sudah darurat narkoba,” kata dia.

Pembentukan fasilitator siswa ini juga dimaksudkan untuk membentengi generasi muda dari candu narkoba dna penyebaran virus HIV/AIDS. Mereka yang nantinya akan menjadi fasilitator bagi teman sebayanya sehingga lebih mudah masuk dan dipahami.

Sementara itu Kepala SMKN 1 Singaraja, I Nengah Suteja mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia pun berharap dengan terbentuknya fasilitator sebaya ini dapat meminimalisir pengaruh pergaulan bebas di usia anak remaja dengan situasi yang sangat labil. “Apalagi saat ini dengan sistem informasi yang sangat terbuka, mereka dapat mengakses apa saja dengan kecanggihan teknologi, sehingga ini cukup menjadi ancaman juga masuknya narkoba dan HIV/AIDS,” katanya.

Pihaknya pun berharap selepas workshop ini siswa yang menjadi peserta dapat mengambil nilai-nilai pengetahuan dini tetang bahaya narkoba dan HIV/AIDS.*k23

Komentar