nusabali

Dokar Hias Diminati Wisatawan Lokal

  • www.nusabali.com-dokar-hias-diminati-wisatawan-lokal

Sempat sepi peminat, dokar hias untuk wisatawan yang dilaunching pada 13 Oktober 2017 lalu, kini mulai diminati. Sayang, peminat untuk naik dokar masih didominasi wisatawan lokal.

DENPASAR, NusaBali
Seperti pada Jumat (1/12), wisatawan lokal tampak ramai naik dokar untuk keliling menikmati kawasan Kota Denpasar. Bahkan, pada  libur Maulid Nabi, kemarin, wisatawan lokal rela menunggu kuda yang lagi diistirahatkan karena terlalu banyak mengangkut penumpang.

Tidak tanggung-tanggung, dalam seharinya sejak pukul 09.00 Wita hingga 15.00 Wita, satu dokar bisa mengangkut wisatawan hingga 14 kali keliling Kota Denpasar. Dokar hias ini difokuskan dalam satu titik yakni di Kantor Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar, Jalan Surapati. Sebelum naik dokar secara gratis hingga Desember ini, wisatawan wajib mengisi daftar peserta yang akan naik dokar

Dengan subsidi yang diberikan dari pemerintah, wisatawan tampak semakin banyak yang berminat berkeliling kota. "Kami sehari bisa 14 kali angkutan. Ini saja baru sampai siang dari jam 09.00 Wita, sudah 8 kali keliling dan masih banyak yang nganter," kata salah satu kusir dokar I Made Puja, 45, saat di temui di lokasi, kemarin.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar MA Dezire Mulyani saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengunjung yang sudah mulai ramai. Menurut Dezire, masyarakat membutuhkan pengenalan kembali terhadap angkutan tradisional tersebut. Karena dokar yang beroperasi sudah bertahun-tahun mereka tidak temukan lagi.

Pihaknya mengakui peminat dokar hias dominan wisatawan lokal. Wisatawan asing yang menjadi sasaran utama baru beberapa saja yang mengetahui angkutan tradisional tersebut. "Ini baru wisatawan lokal yang kebanyakan. Jadi perlu promosi lagi ke wisatawan lainnya. Namun untuk menguatkan itu kami akan bekerjasama dengan BPPD untuk pomosinya karena mereka yang berkompeten untuk mempromosikan pariwisata Denpasar," jelasnya. *m

loading...

Komentar