nusabali

Bupati Artha: Sebaiknya untuk Generasi Muda

  • www.nusabali.com-bupati-artha-sebaiknya-untuk-generasi-muda

Pensiunan Guru Ingin Jadi Guru Kontrak

NEGARA, NusaBali

Serangkaian peringatan HUT ke 46 Korpri dan HUT ke 72 PGRI, Bupati Jembrana I Putu Artha, menyerahkan dana santunan pensiun, rawat inap, dan kematian kepada 122 anggota Korpri Kabupaten Jembrana di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana, Jumat (24/11).  Dalam kesempatan tersebut, Bupati Artha meminta kepada pensiunan yang memiliki harapan kembali menjadi abdi negara untuk lebih memberikan kesempatan kepada para generasi muda.

Sekda Jembrana, I Made Sudiada yang mendampingi Bupati Artha mengatakan, pemberian santunan ini untuk kedua kalinya di tahun 2017. Penerima santunan sebanyak 122 orang dengan rincian 75 orang terima santunan pensiun masing-masing Rp 1 juta  per orang, 33 orang mendapat santunan rawat inap Rp 1 juta  per orang, dan 12 orang mendapat santunan kematian Rp 5 juta per orang yang diberikan kepada ahli waris.

Menurut Sudiada, santunan kepada anggota Korpri yang pensiun, menjalani rawat inap, dan meninggal dunia ini, bersumber dari iuran anggota Korpri Jembrana, dan dipotong dari gaji anggota setiap bulan.

Adupun besaran potongan bervarisi sesuai golongan. Untuk Golongan I Rp.1.000 per bulan, Golongan II Rp 2.000 per bulan, serta Golongan III dan IV Rp.3.000 per bulan.

Seusai menyerahkan dana santunan tersebut, Bupati Artha  menyinggung tentang kekurangan kebutuhan pegawai di Jembrana terkait aturan moratorium penerimaan CPNS dari pusat. Begitu juga mengenai aspirasi para pensiunan dari kalangan guru yang ingin bersumbangsih lagi dan mengabdi ke daerah lewat jalur tenaga kontrak. Mengenai aspirasi tersebut, sangat disambut baik. Namun Bupati Artha mengharapkan pensiunan lebih memberikan kesempatan kepada generasi muda.

"Saya sambut baik aspirasi para guru yang ingin mengabdi lagi bagi daerah. Tapi sebaiknya, kesempatan masuk sebagai tenaga kontrak diberikan dulu kepada generasi muda. Apalagi tiap tahun generasi muda kita makin banyak yang sudah lulus dan bingung ke mana harus mengembangkan potensinya. Mari itu sama-sama kita akomodasi dan berikan kesempatan dulu," ujar Bupati Artha.

Permintaan untuk memberi kesempatan kepada generasi muda itu, menurutnya, bukan berarti para pensiunan tidak dibutuhkan kembali. "Bukan berarti bapak-bapak dan ibu yang pensiun ini sudah tidak kita butuhkan. Tenaga bapak dan ibu masih kita butuhkan, tapi baiknya disalurkan lewat jalur lainnya agar memberi kesempatan bagi yang muda untuk berkarya,” tambahnya. *ode

Komentar