nusabali

Rawan, Galian C Ditutup

  • www.nusabali.com-rawan-galian-c-ditutup

Perbekel Desa Sebudi mendukung sikap tegas Polsek Selat melarang truk masuk lokasi galian C

AMLAPURA, NusaBali
Para pengusaha galian C di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem pilih tutup usahanya. Sebab 18 titik usaha galian C di desa tersebut masuk zone merah atau kawasan rawan bencana (KRB) III berjarak 6 kilometer dari Gunung Agung. Petugas Polsek Selat juga menghentikan truk yang menuju lokasi galian C agar tidak mengganggu kelancaran arus pengungsi. 

Tercatat di Kecamatan Selat ada 18 lokasi galian C, hanya dua berizin, dan 12 penggali ilegal menggunakan alat berat, selebihnya manual. Lokasi-lokasi galian C di Kecamatan Selat yakni di Desa Sebudi ada 15 titik masing-masing di Banjar Lebih (3 lokasi), Banjar Pura (2 lokasi), Banjar Yeha (2 lokasi), Banjar Telun Buana (1 lokasi), Banjar Tengah (3 lokasi), Banjar Badeg Kelodan (1 lokasi), Banjar Sebudi (1 lokasi), dan Banjar Ancut (2 lokasi). Lokasi lainnya di Banjar Geriana Kangin, Desa Duda Utara (3 lokasi). “Galian C itu tutup atas inisiatif para pengusahanya,” jelas Kapolsek Selat, AKP I Made Sudartawan, Jumat (22/9). 

AKP Sudartawan bersama anggota berjaga-jaga di pertigaan Desa Selat, tepatnya di Banjar Selat Kelod agar tidak ada truk-truk pengangkut galian C menuju lokasi galian. Sebab, truk lalu lalang bisa mengganggu kelancaran arus pengungsi yang memerlukan gerak cepat. Di samping lokasi galian termasuk zone merah, disarankan menghentikan kegiatannya. Seluruh penghuninya agar mengosongkan lokasi.

Perbekel Desa Sebudi, Jro Mangku Tinggal instruksikan agar aktivitas galian C dihentikan. Sebab, hingga Kamis (21/9) masih ada kegiatan penggalian, seluruh pekerjanya dari luar Karangasem. “Kami susah payah melayani masyarakat untuk mengungsi, meninggalkan tempat tinggalnya, justru orang luar enak-enak melakukan penggalian,” jelas Jro Mangku Tinggal. Jro Mangku Tinggal mendukung sikap tegas Polsek Selat untuk melarang truk-truk lalu lalang di jalur Desa Selat menuju Desa Sebudi hendak mengangkut material galian C. Tujuannya agar arus pengungsi yang tengah dievakuasi tidak terhambat.

Selain galian C, ada juga aktivitas pabrik hotmix. “Intinya semua aktivitas di Desa Sebudi, yang masuk KRB III agar dihentikan, kami telah berkoordinasi dengan kelian banjar dan semua warga mengungsi demi keselamatan," tambahnya. Pantauan di lapangan, alat berat telah diangkut ke arah Denpasar melalui jalur Amlapura. Masyarakat Desa Sebudi, Kecamatan Selat sebagian masih trauma atas bencana Gunung Agung. Mereka memiliki catatan kelam saat Gunung Agung meletus tahun 1963. Lava panas yang meleleh di Gunung Agung saat itu disambut gong dan upacara di Pura Dalem Desa Pakraman Sebudi. Akibatnya, banyak warga yang meninggal kepanasan dan tertimbun lahar. *k16

Komentar