nusabali

KPU Dorong Disdukcapil Tuntaskan Perekaman e-KTP

  • www.nusabali.com-kpu-dorong-disdukcapil-tuntaskan-perekaman-e-ktp

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng kembali mendorong Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng menuntaskan perekaman e-KTP.

SINGARAJA, NusaBali
Langkah ini guna memastikan jumlah pemilih dalam gelaran Pilgub Bali 2018. Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, Jumat (18/8) mengungkapkan, belajar dari Pilkada Buleleng 2017, persoalan yang mencuat adalah banyak masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT, karena belum perekaman atau tidak memiliki KTP. Suardana pun meminta Disdukcapil Buleleng bisa menuntaskan perekaman e-KTP terhadap masyarakat yang sudah wajib KTP, paling lambat akhir tahun 2017. Diperkirakan masih ada 65 ribu warga yang berlum punya KTP.

“Kita dorong Disdukcapil bisa membuat terobosan dalam proses perekaman. Strateginya misalnya memberikan sosialisasi lebih intens ke masyarakat. Atau dengan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk perekaman. Dan masyarakat juga kami minta aktif lakukan perekaman,” katanya.

Suardana mengaku telah berkoordinasi dengan Disdukcapil, para Camat, lembaga Dewan dan pihak Lapas, agar ikut menggerakan warga yang belum punya KTP lakukan perekaman. Sehingga tengat waktu sampai Desember 2017, seluruhnya tuntas perekaman, agar bisa tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Bali.

Berdasarkan data Disdukcapil, dari 811.923 jumlah penduduk Kabupaten Buleleng per bulan Maret 2017,  terdapat 590.396 orang yang wajib KTP. Kemudian dari jumlah tersebut yang telah melakukan perekaman sejumlah 519.454. Selanjutnya dari yang telah melakukan perekaman, sebanyak 438.499 keping KTP sudah tercetak. Bahkan hingga bulan Agustus data penduduk yang belum mengalami perekaman sudah di bawah angka 65.000 orang.

Kepala Disdukcapil Putu Ayu Reika Nurhaeni menegaskan, pihaknya sudah gencar sosialisasi perekemanan KTP kepada warga. Bahkan Disdukcapil sudah membuat terobosan dengan jemput bola mendatangi para lansia, penyandang disabilitas, dan warga dalam kondisi sakit untuk melakukan perekaman.

“Kita sudah gencar melaksanakan perekaman ke desa-desa. Sampai yang lansia, cacat dan sakit kita jajaki ke rumahnya. Sedangkan untuk pemilih pemula kita sudah lakukan perekaman hingga ke sekolah-sekolah di SMA/SMK dan itu sudah berjalan” ujar Reika.

Dalam kegiatan tersebut, kata Rieka pihaknya telah mengerahkan seluruh kemampuan Disdukcapil baik dari sisi SDM maupun peralatan dalam mempercepat proses perekaman. Pihaknya pun meminta agar masyarakat segera memenuhi administrasi kependudukannya. 

“Data terus bergerak, kemungkinan yang belum terekam jumlahnya mengalami penurunan. Bahkan sudah kurang dari 65 ribu. Kami terus bekerja hingga lembur. Biar secepatnya dituntaskan sesuai target yang diminta” tegas Rieka. *k19

Komentar