nusabali

Turis Tenggelam, 1 Tewas, 1 Kritis

  • www.nusabali.com-turis-tenggelam-1-tewas-1-kritis

Sebelum terseret ombak, korban Huang Liang dan Wang Jirui sempat dua kali minum bir

Musibah maut Saat Snorkeling di Pantai Wisata Kuta


DENPASAR, NusaBali
Dua wisatawan asing asal Taiwan digulung ombak saat melakukan aktivitas saat snorkeling di Pantai Wiata Kuta, Kecamatan Kuta, Badung, Jumat (14/7) pagi. Salah satunya ditemukan dalam kondisi tewas, sementara satu korban lagi selamat dari maut.

Turis Taiwan yang tewas dalam musibah maut digulung ombak di depan Beachwalk Shopping Center, Pantai Kuta, Jumat pagi sekitar pukul 10.30 Wita adalah Huang Liang, 34 (pemegang paspor E67011949). Sedangkan korban tewas adalah Wang Jirui, 20 (pemegang paspor E82519015).

Informasi di lapangan, musibah maut ini berawal ketika kedua berenang sejauh 50 meter dari tepi pantai. Tiba-tiba, muncul ombak besar menyapu dan menggulung kedua pemuda asal Taiwan ini. Salah satu korban berhasil keluar dari gulungan ombak dan mengirim sinyal bahaya kepada petugas Balawista.

Mendapati sinyal bahaya dari tengah laut, dua petugas Balawista: Ngurah Widia Semara Putra, 39, dan Kadek Robin, 23, langsung bertindak untuk menyelamatkan korban. Petugas Polair Polresta Denpasar juga ikut terjun ke lokasi. Kedua korban berhasil dievakuasi ke tepi pantai dalam kondisi masih bernapas, namun kritis.

Selanjutnya, kedua korban dilarikan ke rumah sakit berbeda. Korban Huang Liang dilarikan ke RS Siloam, Jalan Unset Road Legian, Kecamatan Kuta. Namun, saat dibawa ke RS Siloam, korban sudah dalam keadaan tewas. Sedangkan korban Wang Jirui dilarikan ke RS BIMC, di sebelah timur Simpang Dewa Ruci Jalan Bypass Ngurah Rai Kuta. Hingga tadi malam, korban yang dalam kondisi kritis masih dirawat di RS BIMC.

Awalnya, kedua wisatawan Taiwan yang jadi korban tergulung ombak di Pantai Kuta ini tidak diketahui identitasnya. Kapolsek Kuta, Kompol I Wayan Sumara, hingga kemarin sore pukul 17.00 Wita belum berhasil mendapatkan identitas kedua korban.

Namun, saat dikonfirmasi NusaBali secara terpisah, Jumat petang pukul 18.30 Wita, Kasat Polair Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Suparta, mengaku pihaknya sudah berhasil mengidentifikasi kedua korban. Korban tewas bernama Huang Liang, usia 34 tahun. Sedangkan korban selamat bernama Wang Jirui, berusia 20 tahun.

“Kedua wisatawan Taiwan ini menginap di Poppies Home Stay, Jalan Popies II Kuta,” ungkap Kompol Suparta. Menurut Kompol Suparta, kedua korban menginap di home stay tersebut sejak Kamis (13/7) siang pukul 12.00 Wita. Rencananya, mereka akan check out dari penginapan, Sabtu (15/7) siang ini. Namun, sehari sebelum check out, mereka malah terkena musibah.

Kompol Suparta menyebutkan, pihaknya masih menyelidiki musibah tenggelamnya dua turis Taiwan ini. Pihaknya telah menggali keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Terungkap, kedua korban tiba di Pantai Kuta, Jumat pagi pukul 09.30 Wita. Mereka memesan tempat duduk tepat di depan Pos II Balawista di kawasan Beach Walk, sembari menenggak bir. Usai minum bir, kedua korban turun ke laut melalukan aktivitas snorkeling. Setelah 15 menit beraktivitas di laut, kedua turis Taiwan ini kembali ke tempat duduk untuk kembali memesan bir lagi.

Habis minum bir kedua kalinya, kata Kompol Suoarta, korban kembali terjun ke laut. "Nah, saat turun ke laut kedua kalinya itulah mereka tergulung ombak. Padahal, mereka sudah sempat diperingatkan oleh beberapa surfer agar tidak melakukan snorkeling, karena cuaca kurang bersahabat," jelas Kompol Suparta.

Karena tidak menggubris peringatan surfer, kedua turis Taiwan ini akhirnya tergulung ombak. Saat petugas ke tengah laut untyk mengevakuasinya, korban Huang Liang ditemukan sudah lemas dalam posisi mengapung. Sedangkan korban Wang Jirui tengah berusaha keluar dari gulungan ombak.

"Korban yang selamat adalah yang dievakuasi pertama dari laut dan langsung dilarikan ke RS BIMC. Sedangkan korban yang dievakuasi kedua adalah yang tewas itu, dibawa ke RS Siloam,” ungkap Kepala Pengawas Balawista Pantai Kuta, Dewa Dwi Laksana.

Pasca musibah maut itu, Dwi Laksana mengimbau seluruh pengiunjung Pantai Kuta, terutama yang hendak melakukan aktivitas mandi, harus memperhatikan rambu yang telah terpasang. “Kehati-hatian itu penting, demi keselamatan. Kondisi perairan Pantai Kuta saat kejadian, sebenarnya normal. Mungkin ini sudah nasib mereka berdua (digulung ombak,” jelas Dwi Laksana. *dar,cr64

loading...

Komentar