nusabali

1 Mobil Masuk Jurang, 1 Orang Tewas Terlindas Pick–Up

  • www.nusabali.com-1-mobil-masuk-jurang-1-orang-tewas-terlindas-pick-up

Wayan Memes, 77, pengemudi mobil yang masuk jurang sedalam 4 meter masih sanggup berjalan ke atas untuk minta pertolongan. Dia mengalami luka ringan, sedangkan mobilnya rusak parah.

Satu Hari Dua Kecelakaan di Kabupaten Buleleng

SINGARAJA, NusaBali
Dua kasus kecelakaan lalu lintas mengenaskan terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng di hari yang sama, Sabtu (17/6), di dua lokasi yang berbeda. Sebuah mobil masuk jurang di jalur tengkorak Singaraja – Denpasar tepatnya di kawasan Gitgit, Kecamataan Sukasada. Satu lagi kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalur Singaraja – Amlapura (Kabupaten Karangasem), wilayah Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng. Bahkan korban yang merupakan pengendara sepeda motor tewas di tempat akibat kepalanya terlindas mobil pick-up.

Kecelakaan lalu lintas di jalur utama Singaraja – Denpasar via Gitgit, terjadi Sabtu (17/6) sekitar pukul 11.00 Wita. Sebuah mobil Suzuki Splash DK 1601 UF terjun bebas ke jurang dengan kedalaman sekitar 4 meter di kilometer 8 – 9, wilayah Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, setelah mobil oleng dan pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Mobil Splash DK 1601 UF dikemudikan oleh Wayan Memes, 77, warga Jalan Yudistira, Banjar Dinas Petak, Kelurahan Astina, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Saat itu Wayan Memes sedang mengajak cucunya Made Kudiyana, 15, yang tercatat sebagai warga Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, melaju dari arah Selatan menuju Utara.

Setelah tikungan ke kiri di kawasan Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit,  Memes mengambil haluan terlalu ke kiri sehingga roda kiri depannya melewati batas jalan. Hal tersebut yang mengawali mobil itu oleng. Wayan Memes yang sudah berumur, menghadapi situasi tersebut tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya hingga akhirnya terjun bebas ke dalam jurang sebelah kiri jalan, dengan kedalaman sekitar 4 meter. Mobil itu baru berhenti setelah terhimpit di antara pohon kelapa dan pohon pinang di tanah yang datar.

Beruntung Wayan Memes dan cucunya Made Kudiyana, selamat dari maut. Sedangkan mobil Splash yang dikendarainya mengalami kerusakan yang sangat parah di bagian kiri dan kanan, serta kaca depan mobil pecah. Seorang warga setempat, Nyoman Arta, menuturkan, meski dirinya tidak menyaksikan secara langsung kejadian itu, namun dia mendapati korban Wayan Memes dan cucunya masih sanggup berjalan menaiki tebing untuk meminta pertolongan.

“Korbannya masih bisa naik ke atas tadi untuk minta pertolongan. Kemudian tak berapa lama ada bapak-bapak yang mengantarnya ke rumah sakit. Saya lihat hanya kakeknya saja yang luka lecet,” ujar Nyoman Arta.

Kedua korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Buleleng. Korban Wayan Memes disebut mengalami luka lecet pada dahi kanan dan tangan kanan. Sedangkan cucunya Kudiana dalam keadaan sehat.

Kapolsek Sukasada Kompol I Ketut Darmita yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi karena out of control (OC). Sementara pihaknya masih mengupayakan evakuasi mobil di dalam jurang dengan menggunakan mobil derek.

“Penyebab kecelakaan karena kurang hati-hatinya pengemudi, setelah oleng tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material akibat kerusakan mobil yang diperkirakan mencapai Rp 20 juta,” kata dia.

Sementara itu kecelakaan lalu lintas hingga menimbulkan korban jiwa terjadi pada Sabtu (17/6) sekitar pukul 15.30 Wita, di kilometer 30 – 31 jalur Singaraja – Amlapura di wilayah Banjar Dinas Tengah, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor Honda Scoopy DK 7655 VK dengan pick up DK 9552 SQ, mengakibatkan satu orang tewas di tempat kejadian. Peristiwa tragis tersebut menurut keterangan saksi Kadek Suarta Giri, 37, warga Banjar Dinas Antapura Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng, berawal saat dia bersama pengendara Honda Scoopy Made Wijana alias Jro Mangku Pande, 47, warga Banjar Dinas Kawanan, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng datang dari arah Timur menuju Barat.

Sekitar 100 meter sebelum lokasi kejadian, korban bermaksud akan mendahuli kendaraan yang tidak dikenal di depannya. Saat posisi setengah menyalip, ada mobil pick-up datang dari arah yang berlawanan. Korban yang diduga kaget langsung mengerem mendadak, sehingga mengakibatkannya terjatuh.

Jarak yang terlalu dekat membuat pengemudi pick-up I Made Tamantara, 36, warga Banjar Dinas Nusu, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem tidak dapat menghindari kecelakaan itu. Korban yang sudah terkapar di tengah jalan raya terlindas kepalanya, hingga dinyatakan meninggal di tempat kejadian. *k23

loading...

Komentar