nusabali

Persiapan PKB ke-39 Hampir Rampung

  • www.nusabali.com-persiapan-pkb-ke-39-hampir-rampung

Kali ini ISI Denpasar menggarap satu karya, dimana akan ada air mancur yang keluar setelah Presiden menekan tombol pelepasan peserta pawai.

H-3, Presiden Belum Pastikan Hadir


DENPASAR, NusaBali
Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 segera digelar. Ajang tahunan seni budaya yang dihelat selama sebulan penuh mulai 10 Juni sampai 8 Juli 2017 ini diagendakan bakal dibuka Presiden Joko Widodo. Namun, hingga H-3 pelaksanaan, panitia belum bisa memastikan apakah kepala negara hadir dalam pelepasan pawai maupun pembukaan PKB tahun ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha mengatakan, persiapan PKB, hampir rampung 100 persen. Hanya saja saat ini beberapa hal masih dalam proses pengerjaan, seperti pembuatan panggung kehormatan untuk pelepasan pawai, dan penataan Taman Budaya Bali sebagai pusat seluruh kegiatan PKB ke-39 akan diselenggarakan. Termasuk pula, kepastian presiden akan menghadiri pawai dan membuka PKB tahun ini.

“Materi kita sudah rampung 100 persen, termasuk pembinaan ke masing-masing daerah. Beberapa hal teknis juga sekarang dalam proses pengerjaan. Nah mengenai kehadiran presiden, kami memang belum dapat jawaban. Namun protokol provinsi sudah terus berkoordinasi dengan protokol kepresidenan. Kami berharap Bapak Presiden sedianya melepas pawai dan membuka PKB secara resmi,” ungkapnya saat jumpa pers persiapan PKB ke-39, di Kantor Disbud Bali, Rabu (7/6).

PKB ke-39 tahun ini mengambil tema Ulun Danu yang bermakna melestarikan air sebagai sumber kehidupan. Tema ini merupakan salah satu bagian dari road map PKB tahun 2016-2020. Selama rentang waktu 5 tahun kedepan, tema PKB telah ditetapkan dengan satu tema besar (payung tema) yakni Panca Maha Bhuta. Jika dijabarkan, Panca Maha Bhuta yang merupakan lima unsur pembentuk alam semesta ini terbagi Pertiwi, Apah, Bayu, Teja dan Akasa. Secara bergilir bagian-bagian Panca Mahabhuta ini akan menjadi tema tahunan PKB.

Ulun Danu sendiri merupakan judul yang diambil untuk mewakili tema Apah tahun ini, setelah sebelumnya tahun 2016 lalu tema Pertiwi dijabarkan menjadi tema Karang Awak. Selanjutnya, tema Teja akan dijabarkan menjadi Api Dharmaning Koripan tahun, tema Bayu menjadi Bayu Pramana tahun 2019, dan tema Akasa akan menjadi Akasacara di tahun 2020.

Maka secara konsep, kata Dewa Beratha, materi-materi yang akan disajikan harus mengacu pada tema tersebut. “Garapan-garapan yang nanti akan dipentaskan akan membawa pesan pencerahan mengenai bagaimana masyarakat Bali dan masyarakat dunia menyucikan dan memelihara air sebagai sumber kehidupan dan peradaban,” imbuhnya.

Terkait materi, kata Dewa Beratha, terdapat sejumlah materi diantaranya materi pawai, parade, lomba, pagelaran, workshop, pameran, dan sarasehan. Dewa Beratha memaparkan, mulai dari pelepasan pawai di Lapangan Niti Mandala Denpasar, nuansa tema air ini akan sangat terasa. Dimana nantinya, ISI Denpasar mempersembahkan sebuah garapan yang saat Presiden Joko Widodo hadir melepas pawai dengan menekan tombol yang memunculkan air mancur, lalu ditata lebih artistik.

"ISI Denpasar sedang menggarap suatu karya yang berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya pelepasan pawai dengan menembakkan panah atau memukul gong, kali ini ISI Denpasar menggarap satu garapan, dimana akan ada air mancur yang keluar setelah Pak Presiden menekan tombol. Tentu akan ditata seapik mungkin," ujarnya.

Ditambahkan, selain mempersembahkan mapeed gebogan dan teruna-teruni berbusana khas masing-masing daerah, dalam pawai tersebut masing-masing kabupaten/kota diwajibkan mempersembahkan satu tradisi khas dari daerah tersebut, serta menunjukkan tiga karya inovatif yang menjadi gambaran kecil tentang apa yang akan ditampilkan masing-masing kabupaten/kota pada PKB tahun ini. *in

loading...

Komentar