nusabali

Gempa Tejakula Hancurkan Jalan

  • www.nusabali.com-gempa-tejakula-hancurkan-jalan

Dari catatan BMKG, terjadi 7 kali gempa di Tejakula sejak dinihari pukul 00.48 Wita hingga siang pukul 12.58 Wita

Berkali-kali Gempa, Warga Begadang di Pantai


SINGARAJA, NusaBali
Gempa berkekuatan 3,7 SR guncang kawasan Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng dan sekitarnya, Senin (15/5). Meski tidak ada korban jiwa maupun terluka, gempa ini merusak fasilitas umum seperti jalan, serta bangunan suci dan atap rumah warga di Desa Tejakula.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, pusat gempa kemarin berada di 8 derajat Lintang Selatan (LS) dan 115 derajat Bujur Timur (BT) sekitar 37 kilometer barat daya Karangasem, pada kedalaman 10-12 kilometer. Gempa terjadi sebanyak 7 kali, dengan kekuatan tertinggi 3,7 SR.

Gempa pertama tercatat Senin dinihari sekitar pukul 00.48 Wita, dengan kekuatan 3,4 SR. Disusul gempa kedua pada dinihari sekitar pukul 02.29 Wita, dengan kekuatan 3,7 SR. Gempa terakhir terjadi Senin siang pukul pukul 12.54 Wita, dengan kekuatan 2,4 SR.

Staf Pusat Gempa BMKG Wilayah III Denpasar, Yogha Mahardikha Kuncoro Putra, menyatakan gempa yang mengguncang Tejakula dan sekitarnya kemarin diduga kuat akibat reaktivasi Sesar Naik Flores. Meskipun intensitas gempa akibat reaktivasi sesar relatif kecil, namun bisa membawa dampak berupa tanah retak dan bangunan roboh, bila terjadi pada ke dalaman dangkal.

"Dampak gempa ini menimbulkan guncangan di sebagian wilayah Pulau Bali bagian utara. Namun, gempa ini tak menimbulkan tsunami,” jelas Yogha Mahardikha saat dikonfirmasi NusaBali, Senin kemarin.

Sementara, data yang dihimpun NusaBali di lapangan, gempa bertubi-tubi di Desa Tejakula (Buleleng Timur) kemarin menimbulkan kerusakan sejumlah fasilitas umum, bangunan suci, dan rumah warga. Salah satu fasilitas yang rusak adalah jebolnya jalan penghubung antar banjar di Banjar Antapura, Desa Tejakula. Jalan beton ini jebol sepajang 7 meter dengan lebar 2 meter.

Pantauan NusaBali, senderan jalan dan sebagian badan jalan tergerus ke sungai yang berada di bawahnya. Dengan situasi tersebut, jalan yang sehari-harinya dipakai akses warga untuk mengangkut hasil perkebunan ini kini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sebelum jebol akibat gempa, jalan ini biasa dilalui kendaraan roda empat (mobil).

Selain itu, dua palinggih (bangunan suci) di Desa Pakraman Tejakula juga rusak akibat gempat. Pertama, Palinggih Padmasana di Kantor Desa Tejakula. Kedua, Palinggi Surya di Pura Dadia Bendesa Manik Mas di kawasan Banjar Tengahan, Desa Pakraman Tejakula. Beberapa bagian palinggih sudah terpotong hingga pecahannya berserakan di tanah.

Bukan hanya itu. Tiga rumah warga Desa Tejakula juga mengalami kerusakan di mana atapnya dari bahan seng berjatuhan. Ketiga rumah yang rusak itu masing-masing milik keluarga Nyoman Nada, 60, dan keluarga Putu Jaya, 40, keduanya di di Banjar Kelodan, serta keluarga Made Widiasih di Banjar Sukadarma.

Gara-gara terjadi gempa berulang-ulang yang merusak rumahnya di dekat pantai, keluarga Nyoman Nada bersama warga lainnya pilih menyelamatkan diri. Mereka berkumpul di pinggir pantai dan begadang sejak gempa pertama hingga pagi saat matahari terbit. “Kami begadang sampai pagi, karena takut aka gempa lagi. Tumben sebanyak ini gempanya,” cerita Nyoman Nada kepada NusaBali, Senin kemarin.

Papara senada juga disampaikan I Nengah Sudirga, seorang warga Desa Tejakula. Menurut Nengah Sudirga, guncangan paling keras adalah gempa dinihari pukul 02.29 Wita. Saat itu pula, warga sekampung berhamburan ke luar rmah. “Tapi sejak guncangan gempa sebelumnya warga sudah berhamburan ke luar rumah,” kenang Sudirga.

Di sisi lain, kalangan siswa SD di Desa Tejakula harus menjalani Ujian Nasional (UN) dalam suasana was-was, akibat yang terus berlangsung dejak pagi hingga siang kemarin. Demikian halnya para guru dan pegawai kantoran lainnya.

Ketakutan yang sama juga dirasakan para siswa SMAN 1 Tejakula yang kemarin tengah menjalani ulangan umum. “Kami sempat ketakutan, meski tidak sampai berhamburan ke luar kelas,” cerita seorang siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Tejakula, Gede Wahyuda Ari Saputra.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tejakula, Ketut Ardika Yasa, mengatakan pihaknya sudah melaporkan peristiwa gempa yang merusak fasilitas umum dan sejumlah bagunan fisik ini kepada Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng. “Kami juga membuat posko pengaduan di Kantor Desa Tejakula,” tandas Sekdes Ardika Yasa.

Sedangkan Kepala BPBD Buleleng, Made Subur, mengatakan pihaknya sedang menginventarisasi kerusakan akibat gempa di Tejakula. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terjadinya gempa susulan. “Kami harapkan masyarakat tetap waspada, karena tidak dapat diprediksi bila malam ini (tadi malam) terjadi gempa susulan. Carilah tempat berkumpul yang aman, seperti lapangan,” jelas Made Subur saat dikonfirmasi NusaBali secara terpisah di Singaraja, Senin kemarin. * k23,cr64

Komentar