nusabali

Ramai-ramai Kampanye Aman Makan Babi Guling

  • www.nusabali.com-ramai-ramai-kampanye-aman-makan-babi-guling

Kampanye ‘Aman Makan Babi Guling’ terus digalakkan oleh masyarakat Bali.

DENPASAR, NusaBali
Setelah sehari sebelumnya PDI Perjuangan Bali ramai-ramai makan babi guling, kini giliran DPRD Bali dan Pemprov Bali ramai-ramai makan guling Rabu (22/3) siang. DPRD Bali suguhkan menu babi guling untuk makan siang usai paripurna, sementara Pemprov Bali suguhkan babi guling di halaman kantor Gubernur Bali.

Di DPRD Bali, kemarin, Ketua Dewan Nyoman Adi Wiryatama, langsung umumkan dan memelopori makan babi guling dengan harapan mengubah pola pikir masyarakat yang takut makan babi guling karena kasus penyakit Meningitis Streptococcus Suis (MSS) merebak di Bali dan mengakibatkan terancamnya perekonomian terutama penjual babi guling dan daging babi.

"Usai sidang paripurna silahkan santap siang. Saya sengaja siapkan menu babi guling. Supaya bisa mengurangi ketakutan masyarakat terhadap penyakit Meningitis. Babi guling dari sisi kesehatan aman dikonsumsi," ujar Adi Wiryatama saat menutup sidang paripurna.

Anggota DPRD Bali pun menikmati santap siang babi guling bersama jajaran pejabat Pemprov Bali. Sementara Gubernur Made Mangku Pastika tidak ikut makan siang karena langsung meluncur ke Kantor Bappeda Bali untuk mengikuti kegiatan Musrenbang.

Adi Wiryatama mengatakan seluruh elemen masyarakat dari awak media, dewan dan eksekutif untuk sosialisasikan makan babi guling karena tidak berbahaya sepanjang pola mengolah daging babi benar."Memasak daging babi itu harus matang. Jadi jangan takut konsumsi daging babi karena daging babi tidak berbahaya kalau diolah dengan matang. Mari kita antisipasi dan save babi guling," tegas mantan Bupati Tabanan dua periode ini.

Sedangkan Fraksi Gerindra DPRD Bali juga secara khusus menggelar makan babi guling di ruangan fraksi siang kemarin. "Kami ingin situasi tentang isu penyakit MSS segera berakhir. Makan babi guling dan daging babi itu tidak berbahaya sepanjang dimasak dengan matang," ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali I Nyoman Suyasa sembari mengajak anggota dewan dan staf menyantap babi guling.

Sementara itu, ‘Gerakan Makan Daging Babi’ juga digelar Pemprov Bali, kemarin. "Kami ingin mengungkapkan secara bersama-sama, ayo ini buktinya, kita makan babi guling secara bersama-sama, dan tidak apa-apa," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra, di sela-sela kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Bali.

Selain pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Bali, ratusan pegawai, dan masyarakat umum termasuk awak media, tampak berbaur bersama menyantap menu babi guling yang merupakan kuliner tradisional khas Bali itu. Dalam kesempatan itu, babi guling yang disiapkan ada empat ekor, yang merupakan sumbangan dari peternak babi dan juga asosiasi pedagang babi guling di Denpasar.

Menurut Sumantra, dampak dari pemberitaan kasus MSS atau Meningitis Babi pada beberapa waktu terakhir memang telah menyebabkan keresahan di kalangan peternak babi dan juga pedagang babi guling, karena terjadi penurunan permintaan dari masyarakat. "Ini tentu saja menyebabkan perekonomian menjadi lesu, apalagi menjelang Hari Raya Galungan, yang biasanya permintaan meningkat," ucapnya. * nat

Komentar